Jumat, 10 Maret 2017


Asal-usul[sunting | sunting sumber]

Akar keroncong berasal dari sejenis musik Portugis yang dikenal sebagai fado yang diperkenalkan oleh para pelaut dan budak kapal niaga bangsa itu sejak abad ke-16 ke Nusantara. Dari daratan India (Goa) masuklah musik ini pertama kali di Malaka dan kemudian dimainkan oleh para budak dari Maluku. Melemahnya pengaruh Portugis pada abad ke-17 di Nusantara tidak dengan serta-merta berarti hilang pula musik ini. Bentuk awal musik ini disebut moresco (sebuah tarian asal Spanyol, seperti polka agak lamban ritmenya), di mana salah satu lagu oleh Kusbini disusun kembali kini dikenal dengan nama Kr. Muritsku, yang diiringi oleh alat musik dawai. Musik keroncong yang berasal dari Tugu disebut keroncong Tugu. Dalam perkembangannya, masuk sejumlah unsur tradisional Nusantara, seperti penggunaan seruling serta beberapa komponen gamelan. Pada sekitar abad ke-19 bentuk musik campuran ini sudah populer di banyak tempat di Nusantara, bahkan hingga ke Semenanjung Malaya. Masa keemasan ini berlanjut hingga sekitar tahun 1960-an, dan kemudian meredup akibat masuknya gelombang musik populer (musik rock yang berkembang sejak 1950, dan berjayanya grup musik Beatles dan sejenisnya sejak tahun 1961 hingga sekarang). Meskipun demikian, musik keroncong masih tetap dimainkan dan dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat di Indonesia dan Malaysia hingga sekarang.

Fado, Gereja Protestan dan Musik Keroncong[sunting | sunting sumber]

Seperti diketahui bahwa Musik Keroncong [1] masuk ke Indonesia sekitar tahun 1512, yaitu pada waktu Ekspedisi Portugis pimpinanAlfonso de Albuquerque datang ke Malaka dan Maluku tahun 1512. Tentu saja para pelaut Portugis membawa lagu jenis Fado, yaitu lagu rakyat Portugis bernada Arab (tangga nada minor, karena orang Moor Arab pernah menjajah Portugis/Spanyol tahun 711 - 1492. Lagu jenis Fado masih ada di Amerika Latin (bekas jajahan Spanyol), seperti yang dinyanyikan Trio Los Panchos atau Los Paraguayos, atau juga lagu di Sumatera Barat (budaya Arab) seperti Ayam Den Lapeh.
Pada waktu tawanan Portugis dan budak asal Goa (India) di Kampung Tugu dibebaskan pada tahun 1661 oleh Pemerintah Hindia Belanda (VOC), mereka diharuskan pindah agama dari Katholik menjadi Protestan, sehingga kebiasaan menyanyikan lagu Fado menjadi harus bernyanyi seperti dalam Gereja Protestan, yang pada tangga nada mayor.
Selanjutnya pada tahun 1880 Musik Keroncong lahir, dan awal ini Musik Keroncong juga dipengaruhi lagu Hawai yang dalam tangga nada mayor, yang juga berkembang pesat di Indonesia bersamaan dengan Musik Keroncong (lihat Musik Suku Ambon atau The Hawaian Seniors pimpinan Jenderal Polisi Hugeng).

Alat-alat musik[sunting | sunting sumber]

Dalam bentuknya yang paling awal, moresco diiringi oleh musik dawai, seperti biolaukulele, serta selo. Perkusi juga kadang-kadang dipakai. Set orkes semacam ini masih dipakai oleh keroncong Tugu, bentuk keroncong yang masih dimainkan oleh komunitas keturunan budak Portugis dari Ambon yang tinggal di Kampung Tugu, Jakarta Utara, yang kemudian berkembang ke arah selatan di Kemayoran dan Gambir oleh orang Betawi berbaur dengan musik Tanjidor (tahun 1880-1920). Tahun 1920-1960 pusat perkembangan pindah ke Solo, dan beradaptasi dengan irama yang lebih lambat sesuai sifat orang Jawa.
Pem-"pribumi"-an keroncong menjadikannya seni campuran, dengan alat-alat musik seperti
Saat ini, alat musik yang dipakai dalam orkes keroncong mencakup
  • ukulele cuk, berdawai 3 (nilon), urutan nadanya adalah G, B dan E; sebagai alat musik utama yang menyuarakan crong - crong sehingga disebut keroncong (ditemukan tahun 1879 di Hawai, dan merupakan awal tonggak mulainya musik keroncong)
  • ukulele cak, berdawai 4 (baja), urutan nadanya A, D, Fis, dan B. Jadi ketika alat musik lainnya memainkan tangga nada C, cak bermain pada tangga nada F (dikenal dengan sebutan in F);
  • gitar akustik sebagai gitar melodi, dimainkan dengan gaya kontrapuntis (anti melodi);
  • biola (menggantikan Rebab); sejak dibuat oleh Amati atau Stradivarius dari Cremona Itali sekitar tahun 1600 tidak pernah berubah modelnya hingga sekarang;
  • flute (mengantikan Suling Bambu), pada Era Tempo Doeloe memakai Suling Albert (suling kayu hitam dengan lubang dan klep, suara agak patah-patah, contoh orkes Lief Java), sedangkan pada Era Keroncong Abadi telah memakai Suling Bohm (suling metal semua dengan klep, suara lebih halus dengan ornamen nada yang indah, contoh flutisSunarno dari Solo atau Beny Waluyo dari Jakarta);
  • selo; betot menggantikan kendang, juga tidak pernah berubah sejak dibuat oleh Amati dan Stradivarius dari Cremona Itali 1600, hanya saja dalam keroncong dimainkan secara khas dipetik/pizzicato;
  • kontrabas (menggantikan Gong), juga bas yang dipetik, tidak pernah berubah sejak Amati dan Stradivarius dari Cremona Itali 1600 membuatnya;
Penjaga irama dipegang oleh ukulele dan bas. Gitar yang kontrapuntis dan selo yang ritmis mengatur peralihan akord. Biola berfungsi sebagai penuntun melodi, sekaligus hiasan/ornamen bawah. Flut mengisi hiasan atas, yang melayang-layang mengisi ruang melodi yang kosong.
Bentuk keroncong yang dicampur dengan musik populer sekarang menggunakan organ tunggal serta synthesizer untuk mengiringi lagu keroncong (di pentas pesta organ tunggal yang serba bisa main keroncong, dangdut, rock, polka, mars).

Jenis keroncong[sunting | sunting sumber]

Musik keroncong lebih condong pada progresi akord dan jenis alat yang digunakan. Sejak pertengahan abad ke-20 telah dikenal paling tidak tiga macam keroncong, yang dapat dikenali dari pola progresi akordnya. Bagi pemusik yang sudah memahami alurnya, mengiringi lagu-lagu keroncong sebenarnya tidaklah susah, sebab cukup menyesuaikan pola yang berlaku. Pengembangan dilakukan dengan menjaga konsistensi pola tersebut. Selain itu, terdapat pula bentuk-bentuk campuran serta adaptasi.

Perkembangan musik keroncong masa kini[sunting | sunting sumber]

Setelah mengalami evolusi yang panjang sejak kedatangan orang Portugis di Indonesia (1522) dan permukiman para budak di daerah Kampung Tugu tahun 1661 [2][3], dan ini merupakan masa evolusi awal musik keroncong yang panjang (1661-1880), hampir dua abad lamanya, namun belum memperlihatkan identitas keroncong yang sebenarnya dengan suara crong-crong-crong, sehingga boleh dikatakan musik keroncong belum lahir tahun 1661-1880.
Dan akhirnya musik keroncong mengalami masa evolusi pendek terakhir sejak tahun 1880 hingga kini, dengan tiga tahap perkembangan terakhir yang sudah berlangsung dan satu perkiraan perkembangan baru (keroncong millenium). Tonggak awal adalah pada tahun 1879 [4], di saat penemuan ukulele di Hawai [5] yang segera menjadi alat musik utama dalam keroncong (suara ukulele: crong-crong-crong), sedangkan awal keroncong millenium sudah ada tanda-tandanya, namun belum berkembang (Bondan Prakoso).
Empat tahap masa perkembangan tersebut adalah[6]
(a) Masa keroncong tempo doeloe (1880-1920),
(b) Masa keroncong abadi (1920-1960), dan
(c) Masa keroncong modern (1960-2000), serta
(d) Masa keroncong millenium (2000-kini)

Masa keroncong tempo doeloe (1880-1920)[sunting | sunting sumber]

Ukulele ditemukan pada tahun 1879 di Hawaii, sehingga diperkirakan pada tahun berikutnya Keroncong baru menjelma pada tahun 1880, di daerah Tugu kemudian menyebar ke selatan daerah Kemayoran dan Gambir (lihat ada lagu Kemayoran dan Pasar Gambir, sekitar tahun 1913). Komedie Stamboel 1891-1903 lahir di Kota Pelabuhan Surabaya tahun 1891, berupa Pentas Gaya Instanbul, yang mengadakan pertunjukan keliling di Hindia Belanda, Singapura, dan Malaya lewat jalur kereta api maupun kapal api. Pada umumnya pertunjukan meliputi Cerita 1001 Malam (Arab) dan Cerita Eropa (Opera maupun Rakyat), termasuk Hikayat India dan Persia. Sebagai selingan, antar adegan maupun pembukaan, diperdengarkan musik mars, polka, gambus, dan keroncong. Khusus musik keroncong dikenal pada waktu itu Stambul I, Stambul II, dan Stambul III.
Pada waktu itu lagu Stambul berirama cepat (sekitar meter 120 untuk satu ketuk seperempat nada), di mana Warga Kampung Tugu maupun Kusbini menyebut sebagaiKeroncong Portugis, sedangkan Gesang menyebut sebagai Keroncong Cepat, dan berbaur dengan Tanjidor yang asli Betawi. Pada masa ini dikenal para musisi Indo, dan pemain biola legendaris adalah M. Sagi (perhatikan rekaman Idris Sardi main biola lagu Stambul II Jali-jali berdasarkan aransemen dari M. Sagi). Seperti diketahui bahwa panjang lagu stambul adalah 16 birama, yang terdiri atas:

Stambul I:[sunting | sunting sumber]

Lagu ini misalnya Terang Bulan, Potong Padi, Nina Bobo, Sarinande, O Ina Ni Keke, Bolelebo, dll. dengan struktur bentuk A - B - A - B atau A - B - C - D (16 birama):
  • |I , , , |, , , , |, , , , |V7, , , |
  • |, , , , |, , , , |, , , , |I , , , |
  • |I7, , , |IV, , , |, , V7, |I , , , |
  • |, , , , |V7, , , |, , , , |I , , , ||

Stambul II:[sunting | sunting sumber]

Lagu ini misalnya Si Jampang, Jali-Jali, di mana masuk pada Akord IV sebagai ciri Stambul II dengan struktur A - B - A - C (16 birama):
  • |I . . . |. . . . |. . . . |IV, , , | (tanda . artinya tacet)
  • |, , , , |, , , , |, , V7, |I , , , |
  • |, , , , |, , , , |, , , , |V7, , , |
  • |, , , , |, , , , |, , , , |I , , , ||

Stambul III:[sunting | sunting sumber]

Lagu ini misalnya Kemayoran, di mana mirip dengan Keroncong A sli sehingga sering salah diucapkan dengan Kr. Kemayoran, yang seharusnya Stambul III Kemayoran, dengan struktur Prelude - A - Interlude - B - C (16 birama):
  • Pr|I , , , |, , , , | Prelude 2 birama
  • A1|, , , , |, , , , |
  • A2|II#, , ,|V7, , , | Modulasi 2 birama
  • In|, , , , |IV, , , | Interlude 2 birama
  • B1|, , , , |I , , , |
  • B2|V7, , , |I , , , |
  • C1|, , , , |, , , , |
  • C2|V7, , , |I , , , ||
Musiq Losquin Makassar: Dari periode tempo doeloe ini lahir pula di Makassar bentuk keroncong khas yang dikenal sebagai musiq losquin'. Irama keroncong ini, tanpa seruling-biola-cello, tetapi dengan melodi guitar yang kental, mirip seperti gaya Tjoh de Fretes dari Ambon. Kalau kita hubungkan kesemua ini, maka ada garis kesamaan dengan Orkes Keroncong Cafrino Tugu (Kr. Pasar Gambir) – Orkes Keroncong Lief Java (Kr. Kali Brantas) – Losquin - Orkes Hawaian Tjoh de Fretes (Pulau Ambon), yaitu gayaera tempo doeloe dengan irama yang cepat sudah dengan kendangan cello dan dengan guitar melodi yang kental.

Masa keroncong abadi (1920-1960)[sunting | sunting sumber]

Pada masa ini panjang lagu telah berubah menjadi 32 birama, akibat pengaruh musik pop Amerika yang melanda lantai dansa Hotel2 di Indonesia pada waktu itu, dengan musisi didominasi dari Filipina (spt Pablo, Sambayon, dll), dan berakibat juga lagu pada waktu itu telah 32 birama juga, perhatikan lagu Indonesia Raya (diciptakan tahun 1924) pada waktu itu juga sudah 32 birama. Selanjutnya pusat perkembangan beralih ke timur mengikuti jaringan kereta api melalui Solo dan iramanya juga lebih lamban (sekitar 80 untuk seperempat nada) dengan kendangan cello mirip kendangan gamelan, dan permainan gitar melodi mirip alunan siter musik gamelan yang kontrapuntis. Masa ini lahir para musisi Solo, seperti Gesang dan penyanyi legendaris Annie Landouw. Lagu Keroncong Abadi terdiri atas: Langgam Keroncong, Stambul Keroncong, dan Keroncong Asli.

Langgam Keroncong[sunting | sunting sumber]

Bentuk lagu langgam ada dua versi. Yang pertama A - A - B - A dengan pengulangan dari bagian A kedua seperti lagu standar pop: Verse A - Verse A - Bridge B - Verse A, panjang 32 birama. Beda sedikit pada versi kedua, yakni pengulangannya langsung pada bagian B. Meski sudah memiliki bentuk baku, namun pada perkembangannya irama ini lebih bebas diekspresikan. Penyanyi serba bisa Hetty Koes Endang misalnya, dia sering merekam lagu-lagu non keroncong dan langgam menggunakan irama yang sama, dan kebanyakan tetap dinamakan langgam. Alur akord-nya sebagai berikut:
  • Verse A | V7 , , , |I , , , | IV , V7 , | I , , , | I , , , | V7 , , , | V7 , , , | I , , , |
  • Verse A |V7 , , , | I , , , | IV , V7 , | I , , , | I , , , | V7 , , , | V7 , , , | I , , , |
  • Bridge B |I7 , , , |IV , , , | IV , V , | I , , , | I , , , | II# , , , | II# , , , | V , , ,|
  • Verse A |V7 , , , |I , , , | IV , V7 , | I , , , | I , , , | V7 , , , | V7 , , , | I , , , |

Stambul Keroncong:[sunting | sunting sumber]

Stambul Keroncong berbentuk (A-B-A-B') x 2 = 16 birama x 2 = 32 birama, merupakan modifikasi Stambul II yang 16 birama menjadi 32 birama (menyesuaikan standar Keroncong Abadi yang 32 birama). Stambul merupakan jenis keroncong yang namanya diambil dari bentuk sandiwara yang dikenal pada akhir abad ke-19 hingga paruh awal abad ke-20 di Indonesia dengan nama Komedi stambul. Nama "stambul" diambil dari Istambul di Turki.
Alur akord Stambul Keroncong adalah sbb. (tanda - adalah tacet atau iringan tidak dibunyikan):
  • |I - - - | - - - - | - - - - |IV , , , | dibuka dg broken chord I utk mencari nada
  • |IV , , , |IV , , , |IV , V ,|I , , , |
  • |I , , , |I , , , |I , , , |V , , , |
  • |V , , , |V , , , |V , , , |I , , , |
  • |I , , , |I , , , |I , , , |IV , , , | 16 birama ini pengulangan dari 16 birama pertama atau sama
  • |IV , , , |IV , , , |IV , V , |I , , , |
  • |I , , , |I , , , |I , , , |V , , , |
  • |V , , , |V , , , |V , , , |I , , , |

Keroncong Asli[sunting | sunting sumber]

Keroncong asli memiliki bentuk lagu A - B - B'. Lagu terdiri atas 8 baris, 8 baris x 4 birama = 32 birama, di mana dibuka dengan PRELUDE 4 birama yang dimainkan secara instrumental, kemudian disisipi INTERLUDE standar sebanyak 4 birama yang dimainkan secara instrumental juga. Keroncong asli diawali oleh voorspel atau prelude, atau introyang diambil dari baris 7 (B3) mengarah ke nada/akord awal lagu, yang dilakukan oleh alat musik melodi seperti seruling/flut, biola, atau gitar; dan tussenspel atau interlude atauintermezzo di tengah-tengah setelah modulasi/modulatie/modulation yang standar untuk semua keroncong asli: Alur akordnya seperti tersusun di bawah ini:
  • Pr |V , , , |I , I7 , |IV , V7 , |I , , , | Prelude birama diambil dari baris ke-7 (B3)
  • (A1) | I , , , | I , , , | V , , , | V , , , |
  • (A2) |II# , , , | II# , , , | V , , , | Modulasi merupakan ciri keroncong asli sebanyak 4 birama
  • In |V , , , | V , , , | V , , , |IV , , , | Interlude 4 birama untuk semua lagu menjadi standar
  • (B1) | IV , , ,| IV , , ,|V7 , , , | I , , , |
  • (B2) |I , , , | V7 , , , | V7 , , , | I , I7 , |
  • (B3) |IV , V7 , |I , I7 , | IV , V7 , |I , , , |
  • (B2) | I , , , | V7 , , , | V7 , , ,| I , , , |
Kadensa Keroncong Dalam Teori Musik Klasik dikenal 4 (empat) jenis Kadensa, di mana Kadensa adalah suatu rangkaian harmoni sebagai penutup pada akhir melodi atau di tengah kalimat, sehingga bisa menutup sempurna melodi tersebut atau setengah menutup (sementara) melodi tersebut. Sedangkan Tierce de Picardy boleh dimasukan dalam Kadensa, dan pada Masa Keroncong Abadi tercipta satu Kadensa baru, disebut Kadensa Keroncong dengan rangkaian penutup I-I7-IV-V7-I.
  1. Kadensa dengan rangkaian V7-I disebut sebagai Kadensa Sempurna, karena sempurna menutup rangkaian tersebut dan terasa berhenti sempurna.
  2. Tetapi kalau akord X-V7 menjadi akhir rangaian, maka disebut Kadensa Tidak Sempurna atau Setengah Kadensa, misalnya rangkaian Super Tonik - Dominan Septim.
  3. Kalau rangkaian harmoni diakhiri pada X-VI, maka disebut Kadensa Terputus, misalnya Doninan Septim - Submedian.
  4. Dalam rangkaian IV-I disebut Kadensa Plagal, mempunyai sifat sendu seperti kalau kita mengucap "Amin" dalam salat.
  5. Lagu kunci minor ditutup pada kunci mayor, disebut Tierce de Piecardy, jadi sebenarnya bukan kadensa, namun biasanya dipakai dalam akhir lagu
  6. Kadensa Keroncong, khusus dikembangkan dalam musik keroncong, yaitu rangkaian harmoni I7-IV-V7-I
Ismail Marzuki (1914-1958) Komponis Ismail Marzuki termasuk hidup dalam Era Keroncong Abadi, namun lagu-lagunya sangat modern pada zamannya, misalnya Sepasang Mata Bola ditulis dalam kunci minor sehingga dapat dinyanyikan dengan iringan keroncong seperti keroncong beat (1958).
Gambang Keromong Gambang Keromong adalah salah satu gaya keroncong yang dikembangkan oleh Etnis Tionghoa (gambang adalah alat musik bilah kayu seperti marimba, sedangkan keromong adalah istilah lain dari kempul) yang dikembangkan sekitar tahun 1922 di Kemayoran Jakarta (tanjidor), namun kemudian berkembang di Semarang sekitar tahun 1949 (ingat lagu Gambang Semarang - Oey Yok Siang). Sebenarnya Gambang Keromong yang lahir pada Masa Keroncong Abadi 1920-1960 adalah cikal bakal Campursari yang lahir pada Masa Keroncong Modern.
Masa Keemasan (The Golden Age). Pada tahun 1952, Radio Republik Indonesia (RRI) menyelenggarakan perlombaan Bintang Radio dengan 3 jenis, Keroncong, Hiburan dan Seriosa. Di sanmping itu juga dilombakan mencipta lagu keroncong, salah satu pememnag adalah Musisi Kusbini dengan lagu Keroncong Pastoral. Pada masa akhir dari Keroncong Abadi (1920-1960) ini merupakan Masa Keemasan (Golden Age) bagi musik keroncong.

Masa keroncong modern (1960-2000)[sunting | sunting sumber]

Perkembangan keroncong masih di daerah Solo dan sekitarnya, namun muncul berbagai gaya baru yang berbeda dengan Masa Keroncong Abadi (termasuk musisinya), dan merupakan pembaruan sesuai dengan lingkungannya.
Mulai Masa keroncong modern (1960-2000) semua aturan baku (pakem) Musik Keroncong tidak berlaku, karena mengikuti aturan baku (pakem) Musik Pop yang berlaku universal, misalnya tangga nada minormoda pentatonis Jawa/Cina, rangkaian harmoni diatonik dan kromatikakord disonan, sifat politonal atau atonal (pada campursari), tidak megenal lagi pakem bentuk keroncong asli atau stambul, ada irama nuansa dangdut (congdut), mulai tahun 1998 musik rap mulai masuk (Bondan Prakoso), dlsb.

Langgam Jawa[sunting | sunting sumber]

Bentuk adaptasi keroncong terhadap tradisi musik gamelan dikenal sebagai langgam Jawa, yang berbeda dari langgam yang dimaksud di sini. Langgam Jawa memiliki ciri khusus pada penambahan instrumen antara lain siter, kendang (bisa diwakili dengan modifikasi permainan cello ala kendang), saron, dan adanya bawa atau suluk berupa introduksi vokal tanpa instrumen untuk membuka sebelum irama dimulai secara utuh. Tahun 1968 Langgam Jawa berkembang menjadi Campursari.
Umumnya mempunyai struktur lagu pop yaitu A - A - B - A atau juga A - B - C - D dangan jumlah 32 birama. Lagu Langgam Jawa yang terkenal pada tahun 1958 adalah ciptaanAnjar Any (1936-2008): Yen Ing Tawang Ana Lintang (Tawang dalam Bahasa Jawa berarti: awang-awang, langit, dan makna lain nama suatu desa di Magetan, Kalau di Langit Ada Bintang). Langgam Jawa menjadi terkenal oleh Waljinah yang pernah sebagai juara tingkat sekolah SMP di RRI Solo tahun 1958.

Keroncong Beat[sunting | sunting sumber]

Dimulai oleh Yayasan Tetap Segar pimpinan Rudi Pirngadie, di Jakarta pada tahun 1959 dan bisa mengiringi lagu barat pop (mau melangkah lebih bersifat universal). Pada waktu itu Idris Sardi ikut tur ke New York World's Fair Amerika Serikat dengan biola tahun 1964 dengan maksud mau memperkenalkan lagu pop barat (I left my heart in San Fransico, pada waktu itu tahun 1964 lagu ini merupakan salah satu hit di dunia) dengan iringan keroncong beat, namun dia kena denda melanggar hak cipta akibat tanpa izin.
Dengan Keroncong Beat maka berbagai lagu (bukan dengan rangkaian harmoni keroncong, termsuk kunci Minor) dapat dinyanyikan seperti La Paloma, Monalisa, Widuri, Mawar Berduri, dll.

Campur Sari[sunting | sunting sumber]

Di Gunung Kidul (DI Yogyakarta) pada tahun 1968 Manthous memperkenalkan gabungan alat gamelan dan musik keroncong, yang kemudian dikenal sebagai Campursari. Kini daerah SoloSragenNgawi, dan sekitarnya, terkenal sebagai pusat para artis musik campursari.

Keroncong Koes-Plus[sunting | sunting sumber]

Koes Plus dikenal sebagai perintis musik rock di Indonesia, pada sekitar tahun 1974 juga berjasa dalam musik keroncong yang rock. Keroncong Pertemuan adalah Keroncong Koes Plus dengan struktur bentuk campuran (dalam bahasa Belanda disebut Meng-vorm atau Inggris Combine form) antara Stambul II dan langgam Keroncong.

Keroncong Dangdut (Congdut)[sunting | sunting sumber]

Keroncong dangdut (Congdut) adalah jawaban atas derasnya pengaruh musik dangdut dalam musik populer di Indonesia sejak 1980-an. Seiring dengan menguatnya campur sari di pentas musik populer etnis Jawa, sejumlah musisi, konon dimulai dari Surakarta, memasukkan unsur beat dangdut ke dalam lagu-lagu langgam Jawa klasik maupun baru. Didi Kempot adalah tokoh utama gerakan pembaruan ini. Lagu-lagu yang terkenal antara lain Stasiun Balapan, Sewu Kuto.
Masa Kejayaan Musik Keroncong. Pada Masa Keroncong Modern adalah Masa Kejayaan Musik Keroncong, di mana terdengar di mana-mana musik Langgam Jawa, Keroncong Beat, Campursari, koes Plus dan terakhir dengan Congdut dari Didi Kempot, hingga ke Suriname dan Belanda (2004-2008). Rupa-rupanya ini merupakan puncak kejayaan Musik Keroncong, sehingga Gesang khawatir bahwa Keroncong Akan Mati (2008, ucapan dia sebelum wafat).

Masa keroncong millenium (2000-kini)[sunting | sunting sumber]

Walaupun musik keroncong di era millenium (tahun 2000-an) belum menjadi bagian dari industri musik pop Indonesia, tetapi beberapa pihak masih mengapresiasi musik keroncong. Kelompok musik Keroncong Merah Putih[7], kelompok keroncong berbasis Bandung masih cukup aktif melakukan pertunjukan. Selain itu, Bondan Prakoso dan grupnya Bondan Prakoso & Fade 2 Black, menciptakan komposisi berjudul "Keroncong Protol" yang berhasil memadukan musik gaya rap dengan musik latar belakang irama keroncong. Pada tahun 2008 @ Solo International Keroncong Festival, Harmony Chinese Music Group membuat suasana lain dengan memasukan unsur alat musik tradisional Tionghoa dan menamainya sebagai Keroncong Mandarin [8].

Tokoh keroncong[sunting | sunting sumber]

Salah satu tokoh Indonesia yang memiliki kontribusi cukup besar dalam membesarkan musik keroncong adalah bapak Gesang. Lelaki asal kota Surakarta (Solo) ini bahkan mendapatkan santunan setiap tahun dari pemerintah Jepang karena berhasil memperkenalkan musik keroncong di sana. Salah satu lagunya yang paling terkenal adalah(lagu)|Bengawan Solo. Lantaran pengabdiannya itulah, oleh Gesang dijuluki "Buaya Keroncong" oleh insan keroncong Indonesia, sebutan untuk pakar musik keroncong. Gesang menyebut irama keroncong pada MASA STAMBUL (1880-1920), yang berkembang di Jakarta (Tugu , Kemayoran, dan Gambir) sebagai Keroncong Cepat; sedangkan setelah pusat perkembangan pindah ke Solo (MASA KERONCONG ABADI: 1920-1960) iramanya menjadi lebih lambat.
Asal muasal sebutan "Buaya Keroncong" untuk Gesang berkisar pada lagu ciptaannya, "Bengawan Solo". Bengawan Solo adalah nama sungai yang berada di wilayah Surakarta. Seperti diketahui, buaya memiliki habitat di rawa dan sungai. Reptil terbesar itu di habitanya nyaris tak terkalahkan, karena menjadi pemangsa yang ganas. Pengandaian semacam itulah yang mendasari mengapa Gesang disebut sebagai "Buaya Keroncong".
Di sisi lain nama Andjar Any (Solo, pencipta Langgam Jawa lebih dari 2000 lagu yang meninggal tahun 2008) juga mempunyai andil dalam keroncong untuk Langgam Jawa beserta [[Waldjinah99 (Solo), sedangkan R. Pirngadie (Jakarta) untuk Keroncong Beat, Manthous (Gunung Kidul, Yogyakarta) untuk Campursari dan Koes Plus (Solo/Jakarta) untuk Keroncong Rock, serta Didi Kempot (Solo) untuk Congdut.


    Referensi[sunting | sunting sumber]


    Sejarah dan Jenis-jenis Aliran Musik Mancanegara di Luar Asia 


    - Sejarah musik mancanegara dimulai dari Yunani Kuno (675 SM-awal masehi), bangsa Yunani dikenal sebagai peletak dasar seni musik barat. Kedua adalah Abad pertengahan yaitu dari abad V - XVI, abad pertengahan berada di antara zaman akhir kerajaan Roma dan zaman bangkitnya ilmu pengetahuan serta munculnya berbagai penemuan.

    Ketiga adalah Renaissance (dimulai abad XVI - XVII) artinya "terlahir kembali". Pada abad ini perkembangan musik gereja merosot, sedangkat musik duniawi mulai mendapat perhatian dan kedudukan yang sangat penting. Keempat adalah zaman Barok dan Rokoko, kemajuan pada abad ini terdapat dua aliran yang sifatnya hampir serupa. Kelima Klasik, keenam Romantik, ketujuh Peralihan, dan terakhir yaitu Modern.

    Sedangkan jenis-jenis aliran musik mancanegara, berdasarkan alirannya, musik mancanegara dibedakan menjadi 6 jenis, yaitu :

    1. Musik Rock
    2. Musik R&B
    3. Musik Jazz
    4. Musik Reggae dan Ska
    5. Musik Pop
    6. Musik Klasik

    itulah beberapa sejarah dan jenis-jenis aliran musik mancanegara secara singkat, sedangkan untuk penjelasan yang lebih rincinya lagi akan dibahas di bawah ini.


    Sejarah dan Jenis-jenis Aliran Musik Mancanegara



    Berikut ini adalah sejarah dan jenis-jenis aliran musik mancanegara.

    Sejarah Musik Mancanegara

    1. Yunani Kuno (675 SM - awal masehi)


    Bangsa Yunani dikenal sebagai peletak dasar seni musik barat. Mereka menyusun dua tetrachord (dan Phytagoras) yang membentuk sebuah tangga nada diatonis dalam satu oktaf.

    Musik bagi bangsa Yunani berfungsi sebagai berikut:

    a. Iringan upacara religius dan penyembahan dewa.
    b. Iringan upacara kerajaaan.
    c. Iringan drama tari, atletik, sastra, gladiator, dan hiburan sosial.
    d. Iringan berperang.

    Para ahli musik bangsa Yunani yang terkenal diantaranya adalah :
    • Aischylos (425-456 SM)
    • Sophocies (406-496 SM)
    • Phytagoras (505-585 SM)
    • Aristoteles (384-422 SM)
    • Aristoxenos (sekitar 325 SM).


    Instrumen yang terkenal adalah lyra, kitara (petik), dan Autos (seperti oboe).

    2. Abad pertengahan (Abad V - XVI)


    Abad pertengahan berada di antara zaman akhri kerajaan Roma dan zaman bangkitna ilmu pengetahuan serta munculnya berbagai penemuan. Perubahan besar terjadi pada musik dunia di abad pertengahan. Musik yang dahulu terdiri dari suatu suara (monofonik) bertambah menjadi beberapa suara (polifonik).

    Pada abad ini terdapat perkembangan perbaikan tulisan musik dan dasar-dasar teori musik. Pencetus tulisan musik atau notasi musik adalah Guido d'Arezzo.

    Paduan suara juga berkembang di Eropa Barat, serta musik Greogiran oleh Paus Greogirus.

    Pelopor musik pada abad pertengahan adalah :

    1. Guillanme Dufay dari Prancis.
    2. Adam de la Halle dari Jerman.

    3. Renaissance (Abad XVI - XVII)


    Renaissance artinya adalah "terlahir kembali". Pada abad ini perkembangan musik dari gereja merosot, sedangkan musik duniawi mulai mendapat perhatian dan kedudukan yang amat penting. Instrumen musik  dulunya hanya sebagai pengiring lagu, mulai dibuat komposisinya. Instrumen orgel mendapat perhatian di Italia dan Jerman, sedangkan di Inggris lebih memperhatikan instrumen pendahulu piano yaitu virginal.

    Komponis terpenting pada abad Renaissance adalah

    1. Frescobaldi (1583-1644) dari Italia
    2. Scheidt (1654-1857)
    3. Scheid mann (1595-1663) dari Jerman, dan
    4. Bull (1563-1628) dari Inggris.


    Opera mulai berkembang dengan menggunakan permainan solo sebuah instrumen (solistis) dan koor besar.

    4. Zaman Barok dan Rokoko


    Istilah "barok" dan "rokoko" dipinjam dari dunia arsitektur. Kemajuan pada abad ini terdapat dua aliran yang sifatnya hampir serupa. Pada aliran Barok dan Rokoko sama-sama menggunakan ornamentik (hiasan musik). Tetapi pada aliran Barok memakan ornamentik yang diserahkan pada improvisasi spontan oleh pemain. Sedangkan pada Rokoko semua ormentik dicatat.

    Komponis-komponis pada abad Barok dan Rokoko diantaranya adalah :

    1. Johan Sebastian Bach (1685-1750) dari Jerman.
    2. George Frederick haendel (1685-1759) dari London.

    5. Klasik (Abad XVIII - awal abad XIX)


    Istilah "klasik" dipinjam dari suatu bentuk jenis dalam dunia sastra yang memberi ciri-ciri ketaatam pada kaidah-kaidah formal bentuk dan struktur komposisi dalam mencapai keseimbangan dan kesempurnaan dari musik. Abad klasik diawali dengan sepeninggal Bach dan Handel, sekitar tahun 1750.

    Komponis yang terpenting pada abad klasik ini adalah

    1. Johbn Stamitz (1717-1757)
    2. Franz Joseph Hydn (1732-1809) yang dikenal sebagai "Bapak Orkes Simforni" (100 karya) dan "Bapak Kwaret" (80 karya), dan
    3. Wolfgang Amadeus Mozart (1765-1791).


    6. Romantik (Abad XIX - awal abad XX)


    Musik romantik sangan mementingkan perasaan yang subjektif. Musik bukan saja digunakan untuk mencapai keindahan nada-nada, tetapi juga dipergunakan untuk mengungkapkan perasaan, sehingga banyak menggunakan dinamik dan tempo.

    Komponis-komponis yang terkenal pada abad ini adalah :
    1. Ludwig Van Beethoven dari Jerman.
    2. Franz Frederick Chopin dari Polandia.
    3. Franz Peter Schubert dari Wina.
    4. Robert Alexander Schumann dari Jerman.
    5. Johannes Brahms dari Jerman.


    7. Peralihan (Abad XX)


    Pada zaman ini kebesaran Romantik telah selesai sepeninggal Wagner, zaman setelah Romantik bersifat membelakangi adat kebiasan pada zaman Romantik. Munculnya berbagai unsur gaya yang tegas yang menunjuk arah pembaharuan yang berarti revolusi musik.

    Komponis-komponis yang terkenal zaman peralihan menuju modern adalah :

    1. Cesar Augeste Franck (1882-1890)
    2. Gustav Mahler (1860-1911)
    3. Peter llyich Tschaikovsky (1840-1893). dan
    4. Sergei Rachmaninoff (1873-1943),


    8. Modern (Abad XX - Sekarang)


    Musik pada zaman modern tidak mengakui adanya hukum-hukum dan peraturan-peraturan karena kemajuan IPTEK yang semakin pesat berkembang, dan berkembangnya globalisasi dunia yang berimbas pada perkembangan musik di dunia.

    Komponis zaman modern antara lain :

    1. Claude Archille Debussy dari Prancis.
    2. Bella Bartok dari Hongaria.
    3. Maurice Ravel dari Prancis.
    4. Igor federovinsky dari Rusia.
    5. Edward Benyamin Britten dari Inggris.


    Perkembangan lagu menyesuaikan dengan perkembangan musik pada waktu itu, kebanyakan lagu-lagu dari zaman Yunani hingga zaman peralihan berorientasi klasik atau berbentuk seriosa dengan iringan musik orkestra.


    Aliran Musik Mancanegara


    1. Musik Rock


    Musik ini memiliki gaya rhythm and blues. Musik rock mendominasi musik populer di barat sejak tahun 1955 dan musik ini mempunyai ciri-ciri khas bervoltase tinggi.

    Ciri-ciri umum musik rock adalah :

    • Tempo bervariasi,
    • Lirik lagu cenderung eksprektif,
    • Wilayah nada luas,
    • Kekuatan musik pada dinamika aransemen, dan
    • Beat cenderung keras.


    Aliran-aliran musik rock adalah progressive rock, alternative rock, punk, heavy metal, hard rock, garage rock, dan rock'n roll. 

    Artis atau musisi rock mancanegara, antara lain : Bon Jovi, Qeen, Greenday, My Chemichal Romance, Simple Plan, dan lain-lain.

    2. Musik R&B


    Musik ini didukung oleh sebagian masyarakat dari Afrika-Amerika pada awal tahun 1940. R&B pertama kali diciptakan oleh Jr. Wexler yang terkenal dengan Atlatic Records. Musik R&B cenderung mengutamakan kemampuan improvisasi melodi, khususnya vokal para penyanyi dengan harmonisasi ynag progresif.

    Penyanyi dan grup vokal R&B adalah Black Eyed Peas, Beyonce, R. Kelly, dan lain-lain.

    3. Musik Jazz


    Musik Jazz pertama kali dikembangkan oleh bangsa dari Afrika-Amerika sekitar abad ke -20 di New Orleans, Amerika Serikat. Instrumen musiknya adalah piano, bass, drum, gitar, saxophone, trombon, dan terompet. Ciri utama musik Jazz adalah improvisasi.

    Ciri-ciri musik jazz secara umum :

    • Bass Progresif (walkng bass),
    • Ritme menggantung/patah-patah (syncope),
    • Susunan melodi improvisasi,
    • Penggunaan akor dissonant, 
    • Kebanyakan instumental,
    • Improvisasi relatif bebas,
    • Kebanyakan menggunakan alat musik akustik,
    • Menggunakan standar teknologi rendah, 
    • Memiliki tingkat kesulitan harmonisasi akor tinggi, 
    • Teknik pengolahan lagu bervariasi,
    • Lagu berdurasi panjang,
    • Alat tiup dan piano mendominasi.


    Pemusik Jazz, antara lain adalah : Sidney Bachet, Dexter Gorden, Louis Amstring, Wynton Marsalis, dan lain-lain.

    4. Musik Reggae dan Ska


    Musik Reggae merupakan perpaduan musik tradisional di kawasan Laut Karibia terutama musik mento dari Jamaika dengan musik modern barat. Musik Jamaikan bereksperimen dengan menambah pukulan drum dan pola permainan gitar bass dalam permainan musik tradisi Jamaika.

    Dengan eksperimen itu, timbul sebuah gaya baru dikenal sebagai musk Ska. Tokoh musik Ska adalah Don Drum Mond. Tokoh musik Reggae antara lain adalah : Jimmy Cliff (dikenal sebagai musisi reggae) dan Bob Marley (dikenal sebagai musisi yang membawa musik reggae ke Amerika).

    5. Musik Pop


    Musik Pop adalah musik yang ringan, sederhana, yang disenangi masyarakat dalam kurun waktu tertentu. Contoh musik pop, yaiu : musik R&B, musik Jazz, musik country, dan musik dangdut.

    Penyanyi pop mancanegara antara lain adalah :

    1. Avril Lavigne.
    2. Celine Dion.
    3. Bruno Mars.
    4. Maher Zain, dan lain-lain.


    6. Musik Klasik


    Musik klasik adalah musik yang memilik estetika atau kendahan yang mencapai tingkat mutu yang memuaskan dan mengandung nilai seni yang sangat tinggi. Musik klasik lahir dan berkembang pada zaman setelah Barok-Rokoko yang dimulai melalui karya Joann Stamitz.

    Ciri-ciri karakteristik musik klasik adalah :

    • Peralihan dinamika dari pelan menjadi keras dan sebaliknya.
    • Peralihan kecepatan dari mempercepat tempo atau menguranginya menjadi lambat dan sebaliknya.
    • Hiasan ornamen dibatasi pemakainnya,
    • Pemakain accelereando mempercepat tempo dan ritardando memperlambat tempo dalam penyajian musik.
    • Pembatasan pemakaian nada penghias.
    • Pemakaian akor trinada.


    Bentuk musik sonata, simfoni, concerto,dan karya-karya lepas (pieces) mengalami pendalaman dan penyempurnaan yang ekspensif.

    Baca juga : Unsur-Unsur dalam Lagu 

    Demikianlah artikel kali ini tentang Sejarah dan Jenis-jenis Musik Mancanegara. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih.
    contoh contoh lagu mancanegara :

    philipina :

    Hanap Hanap

    Hooh woah...
    Woah yeah yeah yeah yeah
    Nakilala kita sa 'di ko inaasahang pagkakataon
    Nakakabigla para bang sinadya at tinakda ng panahon
    Tila agad akong nahulog nang hindi napapansin
    Pero tadhana ko'y mukhang 'di tayo pagtatagpuin
    Pinilit kong lumayo
    Ngunit pilitin ma'y bumabalik sa'yo
    Ikaw pa rin pala ang hanap-hanap parap-pap
    Na kahit magpanggap 'di matatago na ang 'yong yakap
    Ang hanap-hanap parap-pap-pap
    'Di nagbabago ikaw ang hanap-hanap ko
    Inakala ko ring ganon kadaling alisin ka sa buhay kong ito
    Sinubok umibig ng iba
    Pero 'di rin nawala ang pag-ibig ko sa 'yo
    Sa tuwing kapiling siya'y ikaw ang nasa isip (nasa isip)
    At kahit maging panaginip ma'y ika'y nakapaligid
    Pinilit kong lumayo
    Ngunit pilitin ma'y bumabalik sa'yo
    Ikaw pa rin pala ang hanap-hanap parap-pap
    Na kahit magpanggap 'di matatago na ang 'yong yakap
    Ang hanap-hanap parap-pap-pap
    'Di nagbabago ikaw ang hanap-hanap
    Parap-pa-para sa pusong nangangarap
    Umaasang magsasamang muli
    Para sa 'yo at para sa 'kin na tangi lang dalangin
    Ay happy ending bandang huli
    Yeah hey yeah
    Oh kahit magpanggap 'di matatago na ang 'yong yakap
    Ang hanap-hanap parap-pap-pap
    'Di nagbabago ikaw ang hanap-hanap
    Ikaw pa rin pala ang hanap-hanap parap-pap
    Na kahit magpanggap 'di matatago na ang 'yong yakap
    Ang hanap-hanap parap-pap-pap
    'Di nagbabago ikaw ang hanap hanap
    'Di maglalaho
    Ika'y aking pangarap
    'Di nagbabago ikaw ang hanap-hanap ko

    malaysia : 

    janji manismu 
    Oh mungkinkah tiada keikhlasanApakah ini suatu pembalasanKusadar kebesaranMu TuhanAku bagai seorang kembarajalanan terombang ambing di lautan geloraMencari kebahagiaanDahan untuk menopang kasihMungkinkah suratan hidup kan selalu sendirian
    Reff :Hati membeku mengingatkan kata janji manismuKu dilambung angan-angan belaian kasih sayang suci darimu oh kejamnyaLidah tidak bertulang ucapan cinta mengiris kalbuKu kan pergi membawa diri cinta di hati terkubur lagiTidak ku pahami mengapa terjadi peristiwa pahit menggores hatiPerjalanan hidup ini sudah tertulis ku tempuhi dengan kesabaranKu sadar kebesaranMu Tuhan
    India : 
    "Tum Hi Ho"

    Hum tere bin ab reh nahi sakte
    Tere bina kya wajood mera [x2]

    Tujhse juda gar ho jaayenge
    Toh khud se hi ho jaayenge judaa

    Kyunki tum hi ho
    Ab tum hi ho
    Zindagi ab tum hi ho
    Chain bhi, mera dard bhi
    Meri aashiqui ab tum hi ho

    Tera mera rishta hai kaisa
    Ik pal door gawara nahi
    Tere liye har roz hai jeete
    Tujh ko diya mera waqt sabhi
    Koi lamha mera na ho tere bina
    Har saans pe naam tera

    Kyunki tum hi ho
    Ab tum hi ho
    Zindagi ab tum hi ho
    Chain bhi, mera dard bhi
    Meri aashiqui ab tum hi ho

    Tumhi ho... Tumhi ho...
    Tere liye hi jiya main
    Khud ko jo yun de diya hai
    Teri wafa ne mujhko sambhala
    Saare ghamon ko dil se nikala
    Tere saath mera hai naseeb juda
    Tujhe paake adhoora naa raha hmm..

    Kyunki tum hi ho
    Ab tum hi ho
    Zindagi ab tum hi ho..
    Chain bhi, mera dard bhi
    Meri aashiqui ab tum hi ho [x2]

    INGGRIS :
    "Closer"

    Hey, I was doing just fine before I met you
    I drink too much and that's an issue
    But I'm OK
    Hey, you tell your friends it was nice to meet them
    But I hope I never see them
    Again

    I know it breaks your heart
    Moved to the city in a broke-down car
    And four years, no calls
    Now you're looking pretty in a hotel bar
    And I, I, I, I, I can't stop
    No, I, I, I, I, I can't stop

    So, baby, pull me closer
    In the back seat of your Rover
    That I know you can't afford
    Bite that tattoo on your shoulder
    Pull the sheets right off the corner
    Of that mattress that you stole
    From your roommate back in Boulder
    We ain't ever getting older

    We ain't ever getting older
    We ain't ever getting older

    You look as good as the day I met you
    I forget just why I left you,
    I was insane
    Stay and play that Blink-182 song
    That we beat to death in Tucson,
    OK

    I know it breaks your heart
    Moved to the city in a broke-down car
    And four years, no call
    Now I'm looking pretty in a hotel bar
    And I, I, I, I, I can't stop
    No, I, I, I, I, I can't stop

    So, baby, pull me closer
    In the back seat of your Rover
    That I know you can't afford
    Bite that tattoo on your shoulder
    Pull the sheets right off the corner
    Of that mattress that you stole
    From your roommate back in Boulder
    We ain't ever getting older

    We ain't ever getting older
    We ain't ever getting older

    So, baby, pull me closer
    In the back seat of your Rover
    That I know you can't afford
    Bite that tattoo on your shoulder
    Pull the sheets right off the corner
    Of that mattress that you stole
    From your roommate back in Boulder
    We ain't ever getting older

    We ain't ever getting older
    No, we ain't ever getting older
    We ain't ever getting older
    No, we ain't ever getting older
    We ain't ever getting older
    We ain't ever getting older
    We ain't ever getting older
    No, we ain't ever getting older

    We ain't ever getting older
    No, we ain't ever getting older
    Indonesia : 

    "Kali Kedua"

    Jika wangimu saja bisa
    Memindahkan duniaku
    Maka cintamu pasti bisa
    Mengubah jalan hidupku

    Cukup sekali saja aku pernah merasa
    Betapa menyiksa kehilanganmu
    Kau tak terganti kau yang selalu kunanti
    Takkan kulepas lagi

    Pegang tanganku bersama jatuh cinta
    Kali kedua pada yang sama

    Jika senyummu saja bisa
    Mencuri detak jantungku
    Maka pelukanmu yang bisa
    Menyapu seluruh hatiku

    Cukup sekali saja aku pernah merasa
    Betapa menyiksa kehilanganmu
    Kau tak terganti kau yang selalu kunanti
    Takkan kulepas lagi

    Pegang tanganku bersama jatuh cinta
    Kali kedua pada yang sama

    (Jatuhkan hati, tanpa peduli)
    Kedua kali kita bersama lagi

    Pegang tanganku bersama jatuh cinta
    Kali kedua pada yang sama
    Sama indahnya

    Pegang tanganku bersama jatuh cinta
    Kali kedua pada yang sama
    Sama indahnya